Sabar ? sudah tidak asing dengan kata ini setiap kali
masalah menerpa setiap badai yang tak kunjung berhenti kata ini selalu
terngiang, entahlah seakan mudah sekali terucap namun apakah yang mengucapkan
bisa melakoni yang disuruh sabar. Sabar, sabar, sabar, sabar, dan sabar,
lagi-lagi sabar apakah aku tidak berhak untuk bersuarra dan mengeluh atas apa
yang terjadi padaku, bahkan dalam hal terburuk pun masih saja ada terngiang kata
sabar.
Tegar entah apa yang harus dilakukan lagi untuk berdiri dan
tersenyum di saat ombak tsunami menghantam karang. Iya aku rapuh namun kuat. Harus
berapa lama lagi kesakitan ini menghampiri setiap jengkal hati ini ? berapa
lama ?
Apakah kau pernah diperlakukan secara tidak hormat seperti
ini ? pernah menghinakan dirimu untuk lebih bersalah dihadapan seseorang yang
salah ? pernah kau mengemis sisa-sisa maaf yang mungkin tidak perlu kau gapai ?
pernah ? pernah kau selalu mengalah atas ketidak benaran kesalahan ?
Aku sendiri, aku yang selalu mengangkat kepalaku dan
menyungging senyum dan menebarkan semangat untuk orang menderita di sekitarku aku
dipermalukan dengan cara yang tidak aku hendaki, aku mengemis untuk kata maaf
yang tidak aku perlukan, aku menyalahkan diriku, aku meninggalkan seluruh
duniaku untuk itu ! dan hal itu tidak ada harganya sama sekali TIDAK DIHARGAI
sama sekali, maka dari itu sekarang aku menggugat atas semua yang telah terjadi
padaku, aku ingin aku tegak kembali, kemudian kau yang aku kutuk atas dasar
gugatan ini terimalah dan rasakanlah kutukan itu, ingatlah kau sendiri akan
membusuk bersama kutukanku itu.