Senin, 29 September 2014

MENGGUGAT

Sabar ? sudah tidak asing dengan kata ini setiap kali masalah menerpa setiap badai yang tak kunjung berhenti kata ini selalu terngiang, entahlah seakan mudah sekali terucap namun apakah yang mengucapkan bisa melakoni yang disuruh sabar. Sabar, sabar, sabar, sabar, dan sabar, lagi-lagi sabar apakah aku tidak berhak untuk bersuarra dan mengeluh atas apa yang terjadi padaku, bahkan dalam hal terburuk pun masih saja ada terngiang kata sabar.
Tegar entah apa yang harus dilakukan lagi untuk berdiri dan tersenyum di saat ombak tsunami menghantam karang. Iya aku rapuh namun kuat. Harus berapa lama lagi kesakitan ini menghampiri setiap jengkal hati ini ? berapa lama ?
Apakah kau pernah diperlakukan secara tidak hormat seperti ini ? pernah menghinakan dirimu untuk lebih bersalah dihadapan seseorang yang salah ? pernah kau mengemis sisa-sisa maaf yang mungkin tidak perlu kau gapai ? pernah ? pernah kau selalu mengalah atas ketidak benaran kesalahan  ?

Aku sendiri, aku yang selalu mengangkat kepalaku dan menyungging senyum dan menebarkan semangat untuk orang menderita di sekitarku aku dipermalukan dengan cara yang tidak aku hendaki, aku mengemis untuk kata maaf yang tidak aku perlukan, aku menyalahkan diriku, aku meninggalkan seluruh duniaku untuk itu ! dan hal itu tidak ada harganya sama sekali TIDAK DIHARGAI sama sekali, maka dari itu sekarang aku menggugat atas semua yang telah terjadi padaku, aku ingin aku tegak kembali, kemudian kau yang aku kutuk atas dasar gugatan ini terimalah dan rasakanlah kutukan itu, ingatlah kau sendiri akan membusuk bersama kutukanku itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar