AKU TIDAK MEMAAFKAN
Luka adalah setiap goresan
Luka adalah setiap kepedihan
Luka adalah setiap sakit
Bagaimana caranya
Secarik kertas putih yang telah kau remas akan kembali sempurna
Bagaimana caranya
Sebilah kayu yang kau paku bisa kembali utuh
Bagaimana caranya
Abu kembali menjadi arang
Setiap luka belum tentu sembuh total
Sakit selalu dirasakan
Menghantui tiap malam
Berjalan mengitari kekosongan ruang
Menerkam diri dalam duka
Jatuh
Terpuruk
Banjir air mata
Mungkin bisa sembuh
Tapi akankah kembali menjadi sempurna
Tidak
Semua tidak akan kembali sempurna
Guci yang retak tak akan utuh
Retakan itu akan tetap ada selamanya
Menghiasi guci itu
Aku tidak memaafkan
Aku tidak memaafkan
Aku tidak memaafkan
Api yang berkobar kini tak bisa padam
Tidak akan ada api yang mampu membakarku
Akulah api itu
Sekali percikan saja maka semua akan hancur
Karena
Aku tidak memaafkan
Setiap goresan kecil ini
Setiap sayatan kecil ini
Akan berubah menjadi angin
Angin yang berpadu
Dan badai akan meluluh lantakan
Setiap kalian yang membuat goresan ini
Aku akan meracuni setiap tarikan nafas kalian
Aku tidak memaafkan
Kalian memberi garam pada lukaku
Saat kalian terluka kalian akan tenggelam di lautan garam
Darah yang menetes dari lukaku
Itu adalah lautan yang akan menenggelamkan kalian
Aku tidak memaafkan
Setiap luka ada harganya
Setiap darah ada harganya
Dan kalian yang memupuk akan menuai
Hanguslah kalian
Binasa kalian
Aku tidak memaafkan!!!!
NB : post ini harusnya di terbitkan 26 september lalu untuk mengingatkan saya pada hari dimana saya melakukan segala sesuatu dengan ikhlas tapi saya dianggap hanya angin lewat, ini khusus untuk seseorang yang telah membuat saya mendendam pada persahabatan itu sendiri arti percaya dan melengkapi bahkan sempat hilang dari hidup saya. Kenapa orang yang membuat tembok penghalang dendam saya runtuh harus datang dan mampir di hidup saya ? Di sini saya mendendam untuk membuat dia mendapat KARMA nya dimana ia membuat luka pada rasa persahabatan maka ia harus tenggelam dalam air mata itu. Sahabat yang mengkhianati, saya sudah menganggap dia tiada.
Senin, 28 September 2015
Rabu, 23 September 2015
HARD
When i have something to tell
But it can't be explained to anyone
Seems like my tongue paralyzed
Seems like i heard a loud scream
But i can't respond that
Like there's a big wall between
Hard to breath
Paralyzed in dreams
Paralyzed in sleep
Paralyzed anywhere
Hard to look straight
Weavy to take a step
It's a hard word
It's a very complicated means
Heart stop beating
NO birds can fly when his fur falling down
URGENT BUT NOTHING
But it can't be explained to anyone
Seems like my tongue paralyzed
Seems like i heard a loud scream
But i can't respond that
Like there's a big wall between
Hard to breath
Paralyzed in dreams
Paralyzed in sleep
Paralyzed anywhere
Hard to look straight
Weavy to take a step
It's a hard word
It's a very complicated means
Heart stop beating
NO birds can fly when his fur falling down
URGENT BUT NOTHING
Senin, 17 Agustus 2015
NKRI 70
DIRGAHAYU NEGERIKU, INDONESIA
Hari demi hari berlalu
Masa sulit datang dan pergi
Perjuangan dengan ribuan darah tertumpah
Air mata yang tiada henti menyemangati
Melepas putra ke medan laga
Pilu terisak tatkala hanya nama yang pulang
Pahlawan beristirahatlah sekarang
Perjuanganmu dulu bukan sekarang
Pahlawan hari ini puncak kemenangan Tanah Air
Puncak kemenangan pertiwi ini
17 Agustus 70 tahun silam
Kemenangan pertiwi dikumandangkan
Jam 9 pagi di pegangsaan timur 56
Soekarno dengan bangganya
Setelah semalaman meracik naskah
Setelah semalaman fatmawati menjahit pusaka
Pagi itu di seluruh penjuru Negeri ku
Memekik MERDEKA !! MERDEKA!! MERDEKA !!
Tepat saat PROKLAMASI usai dikumandangkan
Kami bebas kami lepas
Kami punya hak kami
Kami mandiri
Kami akan berjalan sendiri
Kalian enyahlah dari tanah suci kami
Terimakasih pada kalian yang meninggalkan kebaikan
Tapi terkutuklah kalian yang hanya ingin menyengsarakan
Indonesia bersatu
Negeri seribu pulau
Negeri seribu adat
Negeri alam suci
Negeri lautan saphire
Negeri tanaman zamrud
Negeri yang satu walau berbeda
Indonesia merdeka
Terimakasih Yang Kuasa
Terimakasih atas semua keindahan ini
Terimakasih kami telah dibebaskan dari belenggu
Mulai sekarang jaga kemerdekaan ini
Jangan kotori dengan kemaksiatan
Hai pemuda pemudi Indonesia
Tegakkan badan kalian busungkan dada
Buatlah Ibu Pertiwi bangga akan kalian
Bersatulah dalam satu genggam tangan
Satu cita
Satu asa
Satu masa depan
INDONESIA JAYA
Selamat hari kemerdekaan
Selamat berjuang pemuda Indonesia
Dirgahayu Negeriku
Bersatulah Bangsaku
NKRI 70
Hari demi hari berlalu
Masa sulit datang dan pergi
Perjuangan dengan ribuan darah tertumpah
Air mata yang tiada henti menyemangati
Melepas putra ke medan laga
Pilu terisak tatkala hanya nama yang pulang
Pahlawan beristirahatlah sekarang
Perjuanganmu dulu bukan sekarang
Pahlawan hari ini puncak kemenangan Tanah Air
Puncak kemenangan pertiwi ini
17 Agustus 70 tahun silam
Kemenangan pertiwi dikumandangkan
Jam 9 pagi di pegangsaan timur 56
Soekarno dengan bangganya
Setelah semalaman meracik naskah
Setelah semalaman fatmawati menjahit pusaka
Pagi itu di seluruh penjuru Negeri ku
Memekik MERDEKA !! MERDEKA!! MERDEKA !!
Tepat saat PROKLAMASI usai dikumandangkan
Kami bebas kami lepas
Kami punya hak kami
Kami mandiri
Kami akan berjalan sendiri
Kalian enyahlah dari tanah suci kami
Terimakasih pada kalian yang meninggalkan kebaikan
Tapi terkutuklah kalian yang hanya ingin menyengsarakan
Indonesia bersatu
Negeri seribu pulau
Negeri seribu adat
Negeri alam suci
Negeri lautan saphire
Negeri tanaman zamrud
Negeri yang satu walau berbeda
Indonesia merdeka
Terimakasih Yang Kuasa
Terimakasih atas semua keindahan ini
Terimakasih kami telah dibebaskan dari belenggu
Mulai sekarang jaga kemerdekaan ini
Jangan kotori dengan kemaksiatan
Hai pemuda pemudi Indonesia
Tegakkan badan kalian busungkan dada
Buatlah Ibu Pertiwi bangga akan kalian
Bersatulah dalam satu genggam tangan
Satu cita
Satu asa
Satu masa depan
INDONESIA JAYA
Selamat hari kemerdekaan
Selamat berjuang pemuda Indonesia
Dirgahayu Negeriku
Bersatulah Bangsaku
NKRI 70
Langganan:
Postingan (Atom)