Senin, 28 September 2015

AKU TIDAK MEMAAFKAN

AKU TIDAK MEMAAFKAN

Luka adalah setiap goresan
Luka adalah setiap kepedihan
Luka adalah setiap sakit
Bagaimana caranya
Secarik kertas putih yang telah kau remas akan kembali sempurna
Bagaimana caranya
Sebilah kayu yang kau paku bisa kembali utuh
Bagaimana caranya
Abu kembali menjadi arang
Setiap luka belum tentu sembuh total
Sakit selalu dirasakan
Menghantui tiap malam
Berjalan mengitari kekosongan ruang
Menerkam diri dalam duka
Jatuh
Terpuruk
Banjir air mata
Mungkin bisa sembuh
Tapi akankah kembali menjadi sempurna
Tidak
Semua tidak akan kembali sempurna
Guci yang retak tak akan utuh
Retakan itu akan tetap ada selamanya
Menghiasi guci itu
Aku tidak memaafkan
Aku tidak memaafkan
Aku tidak memaafkan
Api yang berkobar kini tak bisa padam
Tidak akan ada api yang mampu membakarku
Akulah api itu
Sekali percikan saja maka semua akan hancur
Karena
Aku tidak memaafkan
Setiap goresan kecil ini
Setiap sayatan kecil ini
Akan berubah menjadi angin
Angin yang berpadu
Dan badai akan meluluh lantakan
Setiap kalian yang membuat goresan ini
Aku akan meracuni setiap tarikan nafas kalian
Aku tidak memaafkan
Kalian memberi garam pada lukaku
Saat kalian terluka kalian akan tenggelam di lautan garam
Darah yang menetes dari lukaku
Itu adalah lautan yang akan menenggelamkan kalian
Aku tidak memaafkan
Setiap luka ada harganya
Setiap darah ada harganya
Dan kalian yang memupuk akan menuai
Hanguslah kalian
Binasa kalian
Aku tidak memaafkan!!!!

NB : post ini harusnya di terbitkan 26 september lalu untuk mengingatkan saya pada hari dimana saya melakukan segala sesuatu dengan ikhlas tapi saya dianggap hanya angin lewat, ini khusus untuk seseorang yang telah membuat saya mendendam pada persahabatan itu sendiri arti percaya dan melengkapi bahkan sempat hilang dari hidup saya. Kenapa orang yang membuat tembok penghalang dendam saya runtuh harus datang dan mampir di hidup saya ? Di sini saya mendendam untuk membuat dia mendapat KARMA nya dimana ia membuat luka pada rasa persahabatan maka ia harus tenggelam dalam air mata itu. Sahabat yang mengkhianati, saya sudah menganggap dia tiada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar